Friday, July 19, 2013

Cara Kerja Peredam Senjata

Penggunaan Peredam Senjata
Pernah nonton film sniper? pembunuh bayaran? Si tokoh berjalan di kegelapan malam, mengendap-endap di lorong. Mengambil senjata dari balik baju, kemudian memakaikan benda bulat di ujung pistolnya. Kemudian bertemu korban, dan "tufhht", bunyi tembakan yang tak lebih keras dari kentut berbunyi. Korban mati, tokoh kabur.

Imagine this balloon.

 Meletus balon hijau, DOR!!! hatiku sangat kacau... balonku tinggal empat... ku pegang erat-erat... ha hay... Nah, apabila kita nusuk balon dengan peniti, akan menimbulkan suara keras. Tapi, coba kita membuka balon dan membiarkan udaranya keluar perlahan, suaranya akan pelan (ya sama kayak bunyi kentut tadi)
Proses ini lah yang jadi dasar di balik peredam senjata. Untuk menembakkan peluru dari senapan, bubuk-bubuk senapan terbakar di belakang peluru sehingga menciptakan dentuman gas panas yang keras. 
Tekanan dari gas mendorong peluru turun ke laras senapan. Ibarat kata ente lagi membuka sumbatan botol, "poop". Tekanan di belakang peluru sangat besar, 3000 pound per inci^2 (PSI) sehingga suara ledakannya sangat keras seperti suara yang timbul ketika melepaskan sumbatan botol.

Nah, sekarang coba kita liat peredam senjata di atas. Masangnya di ujung laras kan? Volumenya gimana gan? Lebih gede kan? (dimana-mana yang lebih gede emang lebih enak...). Nah, pas peredam dipasang, gas yang tertekan di belakang peluru punya ruang lagi untuk mengembang. Ingat gak rumus tekanan gas pas agan SMA dulu...? Makin kecil ruangan makin gedheee tekanannya, tapi makin guedheee ruangan, makin kwecil tekanannya

So, tekanan dan temperatur gas panas menurun drastis. Nah, pas peluru keluar dari lubang dalam peredam, tekanan yang terlepas jauh lebih rendah, mungkin 60 PSI (gile... dari 3000 jadi 60 ckckckck) sehingga suara yang dihasilkan senapan bunyinya kayak kentut

Tetapi but, sebuah peluru yang berjalan dengan kecepatan supersonik tidak dapat diredam karena peluru menciptakan sendiri ledakan sonik yang kecil. "Desinnnngggggggggggggggg" gitu bunyinya... Peredam cuma bisa menghilangkan suara dari lepasnya sumbatan, tetapi bukan suara desinnnggggggggggg'an peluru.

Ngerti ora son?

1 comments:

Post a Comment

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Copyright © 2012. Kabar dari para netter - All Rights Reserved B-Seo Versi 5 by Blog Bamz