Showing posts with label Sejarah. Show all posts
Showing posts with label Sejarah. Show all posts

Sunday, July 28, 2013

Uang Tertua di Indonesia

By Unknown | At 11:18 PM | Label : , , , | 0 Comments
1. Uang Syailendra (850 M) 



Mata uang Indonesia dicetak pertama kali sekitar tahun 850/860 Masehi, yaitu pada masa kerajaan Mataram Syailendra yang berpusat di Jawa Tengah. Koin-koin tersebut dicetak dalam dua jenis bahan emas dan perak, mempunyai berat yang sama, dan mempunyai beberapa nominal :

* Masa (Ma), berat 2.40 gram; sama dengan 2 Atak atau 4 Kupang
* Atak, berat 1.20 gram; sama dengan 1/2 Masa, atau 2 Kupang
* Kupang (Ku), berat 0.60 gram; sama dengan 1/4 Masa atau 1/2 Atak

Sebenarnya masih ada satuan yang lebih kecil lagi, yaitu 1/2 Kupang (0.30 gram) dan 1 Saga (0,119 gram).
Koin emas zaman Syailendra berbentuk kecil seperti kotak, dimana koin dengan satuan terbesar (Masa) berukuran 6 x 6/7 mm saja. Pada bagian depannya terdapat huruf Devanagari “Ta”. Di belakangnya terdapat incuse (lekukan ke dalam) yang dibagi dalam dua bagian, masing-masing terdapat semacam bulatan. Dalam bahasa numismatik, pola ini dinamakan ”Sesame Seed”.
Sedangkan koin perak Masa mempunyai diameter antara 9-10 mm. Pada bagian muka dicetak huruf Devanagari ”Ma” (singkatan dari Masa), dan di bagian belakangnya terdapat incuse dengan pola ”Bunga Cendana”.


2. Uang Krishnala, Kerajaan Jenggala (1042-1130 M) 



Pada zaman Daha dan Jenggala, uang-uang emas dan perak tetap dicetak dengan berat standar, walaupun mengalami proses perubahan bentuk dan desainnya. Koin emas yang semula berbentuk kotak berubah desain menjadi bundar, sedangkan koin peraknya mempunyai desain berbentuk cembung, dengan diameter antara 13-14 mm.
Pada waktu itu uang kepeng Cina datang begitu besar, sehingga saking banyaknya jumlah yang beredar, akhirnya dipakai secara ”resmi” sebagai alat pembayaran, menggantikan secara total fungsi dari mata uang lokal emas dan perak. 


3. Uang ”Ma”, (Abad ke-12)



Mata uang Jawa dari emas dan perak yang ditemukan kembali, termasuk di situs kota Majapahit, kebanyakan berupa uang ”Ma”, (singkatan dari masa) dalam huruf Nagari atau Siddham, kadang kala dalam huruf Jawa Kuno. Di samping itu beredar juga mata uang emas dan perak dengan satuan tahil, yang ditemukan kembali berupa uang emas dengan tulisan ta dalam huruf Nagari. Kedua jenis mata uang tersebut memiliki berat yang sama, yaitu antara 2,4 – 2,5 gram.
Selain itu masih ada beberapa mata uang emas dan perak berbentuk segiempat, 1/2 atau 1/4 lingkaran, trapesium, segitiga, bahkan tak beraturan sama sekali. Uang ini terkesan dibuat apa adanya, berupa potongan-potongan logam kasar; yang dipentingkan di sini adalah sekedar cap yang menunjukkan benda itu dapat digunakan sebagai alat tukar. Tanda tera atau cap pada uang-uang tersebut berupa gambar sebuah jambangan dan tiga tangkai tumbuhan atau kuncup bunga (teratai?) dalam bidang lingkaran atau segiempat. Jika dikaitkan dengan kronik Cina dari zaman Dinasti Song (960 – 1279) yang memberitakan bahwa di Jawa orang menggunakan potongan-potongan emas dan perak sebagai mata uang, mungkin itulah yang dimaksud. 


4. Uang Gobog Wayang, Kerajaan Majapahit (Abad k-13) 



pada zaman Majapahit ini dikenal koin-koin yang disebut ”Gobog Wayang”, dimana untuk pertama kalinya diperkenalkan oleh Thomas Raffles, dalam bukunya The History of Java. Bentuknya bulat dengan lubang tengah karena pengaruh dari koin cash dari Cina, ataupun koin-koin serupa yang berasal dari Cina atau Jepang. Koin gobog wayang adalah asli buatan lokal, namun tidak digunakan sebagai alat tukar. Sebenarnya koin-koin ini digunakan untuk persembahan di kuil-kuil seperti yang dilakukan di Cina ataupun di Jepang sehingga disebut sebagai koin-koin kuil. Setelah redup dan runtuhnya kerajaan Majapahit di Jawa Timur (1528), Banten di Jawa bagian barat muncul sebagai kota dagang yang semakin ramai.


5. Uang Dirham, Kerajaan Samudra Pasai (1297 M) 



Mata uang emas dari Kerajaan Samudra Pasai untuk pertama kalinya dicetak oleh Sultan Muhammad yang berkuasa sekitar 1297-1326. Mata uangnya disebut Dirham atau Mas, dan mempunyai standar berat 0,60 gram (berat standar Kupang). Namun ada juga koin-koin Dirham Pasai yang sangat kecil dengan berat hanya 0,30 gram (1/2 Kupang atau 3 Saga). Uang Mas Pasai mempunyai diameter 10–11 mm, sedangkan yang setengah Mas berdiameter 6 mm. Pada hampir semua koinnya ditulis nama Sultan dengan gelar ”Malik az-Zahir” atau ”Malik at-Tahir”.



6. Uang Kampua, Kerajaan Buton (Abad ke-14) 



Uang yang sangat unik,yang dinamakan Kampua dengan bahan kain tenun ini merupakan satu-satunya yang pernah beredar di Indonesia. Menurut cerita rakyat Buton, Kampua pertamakali diperkenalkan oleh Bulawambona,yaitu Ratu kerajaan Buton yang kedua,yang memerintah sekitar abad XIV. Setelah ratu meninggal,lalu diadakan suatu ”pasar” sebagai tanda peringatan atas jasa-jasanya bagi kerajaan Buton. Pada pasar tersebut orang yang berjualan engambil tempat dengan mengelilingi makam Ratu Bulawambona. Setelah selesai berjualan,para pedagang memberikan suatu upetiyang ditaruh diatas makam tersebut,yang nantinya akan masuk ke kas kerajaan. Cara berjualan ini akhirnya menjadi suatu tradisi bagi masyarakat Buton,bahkan sampai dengan tahun 1940.


7. Uang Kasha Banten, Kesultanan Banten (Abad ke-15) 



Mata-uang dari Kesultanan banten pertama kali dibuat sekitar 1550-1596 Masehi. Bentuk koin Banten mengambil pola dari koin cash Cina yaitu dengan lubang di tengah, dengan ciri khasnya 6 segi pada lubang tengahnya (heksagonal). Inskripsi pada bagian muka pada mulanya dalam bahasa Jawa: ”Pangeran Ratu”. Namun setelah mengakarnya agama Islam di Banten, inskripsi diganti dalam bahasa Arab, ”Pangeran Ratu Ing Banten”. Terdapat beberapa jenis mata-uang lainnya yang dicetak oleh Sultan-sultan Banten, baik dari tembaga ataupun dari timah, seperti yang ditemukan pada akhir-akhir ini.


8. Uang Jinggara, Kerajaan Gowa (Abad ke-16) 



Di daerah Sulawesi, yaitu Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara, berdiri kerajaan Gowa dan Buton. Kerajaan Gowa pernah mengedarkan mata uang dan emas yang disebut jingara, salah satunya dikeluarkan atas nama Sultan Hasanuddin, raja Gowa yang memerintah dalam tahun 1653-1669. Di samping itu beredar juga uang dan bahan campuran timah dan tembaga, disebut kupa.


9. Uang Picis, Kesultanan Cirebon (1710 M) 



Sultan yang memerintah kerajaan Cirebon pernah mengedarkan mata uang yang pembuatannya dipercayakan kepada seorang Cina. Uang timah yang amat tipis dan mudah pecah ini berlubang segi empat atau bundar di tengahnya, disebut picis, dibuat sekitar abad ke-17. Sekeliling lubang ada tulisan Cina atau tulisan berhuruf Latin berbunyi CHERIBON.


10. Uang Real Batu, Kesultanan Sumenep (1730 M) 



Kerajaan Sumenep di Madura mengedarkan mata uang yang berasal dari uang-uang asing yang kemudian diberi cap bertulisan Arab berbunyi ”sumanap” sebagai tanda pengesahan. Uang kerajaan Sumenep yang berasal dari uang Spanyol disebut juga real batu karena bentuknya yang tidak beraturan. Dulunya uang perak ini banyak beredar di Mexico yang kemudian beredar juga di Filipina (jajahan Spanyol). Di negeri asalnya uang mi bernilai 8 Reales. Selain uang real Mexico, kerajaan Sumenep juga memanfaatkan uang gulden Belanda dan uang thaler Austria.

Wednesday, July 17, 2013

Kenapa Selalu Ada Saku Kecil Di Celana Jeans

By Unknown | At 1:47 AM | Label : , , , | 1 Comments
Pernah terpikir kenapa celana jeans selalu ada saku kecil di bagian sebelah kanannya? Selintas saku kecil ini tak ada fungsinya selain hanya tempelan untuk menambah aksentuasi gaya pemakainya, atau mungkin ciri khas celana jeans. Namun, dari saku imut-imut inilah sebenarnya bisa dibaca sejarah celana yang dipopulerkan oleh Levi Strauss tahun 1880 ini, delapan tahun setelah jeans masuk ke Amerika Serikat (AS) tahun 1872. Sebagai jenis tekstil, jeans pertama kali dibuat di Genoa, Italia tahun 1560-an. Kain celana ini biasa dipakai oleh angkatan laut. Orang Prancis menyebut celana ini dengan sebutan 'bleu de Génes', yang berarti biru Genoa. Meski tekstil ini pertama kali diproduksi dan dipakai di Eropa, tetapi sebagai fashion, jeans dipopulerkan di AS oleh Levi Strauss, seorang pemuda berusia dua puluh tahunan yang mengadu peruntungannya ke San Francisco sebagai pedagang pakaian. Ketika itu, AS sedang dilanda demam emas.

Ada yang Tahu Kenapa Ada Saku Kecil Celana Jeans

Akan tetapi, sampai di California semua barangnya habis terjual, kecuali sebuah tenda yang terbuat dari kain kanvas. Kain kanvas ini dipotongnya dan dibuatnya menjadi beberapa celana yang dijual pada para pekerja tambang emas. Dan ternyata para pekerja menyukainya karena celana buatan Strauss tahan lama dan tak mudah koyak. Merasa mendapat peluang, Strauss menyempurnakan 'temuannya' dengan memesan bahan dari Genoa yang disebut 'Genes', yang oleh Strauss diubah menjadi 'Blue Jeans'. Unik Baca

Di sinilah para penambang tambah menyukai celana buatan Strauss dan 'menobatkan' celana itu sebagai celana resmi para penambang. Para penambang emas itu menyebut celana Strauss dengan 'those pants of Levi`s' atau 'Celana Si Levi'. Sebutan inilah yang mengawali merek dagang pertama celana jeans pertama di dunia.

Naluri bisnis Strauss yang tajam membuatnya mengajak pengusaha sukses Jakob Davis untuk bekerja sama, dan pada tahun 1880 kerja sama itu melahirkan pabrik celana jeans pertama. Dan produk desain mereka yang pertama adalah 'Levi`s 501'. Unik Baca

Produk desain pertama memang dikhususkan bagi para penambang emas. Celana ini memiliki 5 saku, 2 di belakang dan 2 di depan, dan 1 saku kecil dalam saku depan sebelah kanan. Karena diperuntukkan bagi para penambang, saku ini tentu bukan untuk bergaya-ria. Tetapi saku imut-imut ini dirancang untuk menyimpan butiran-butiran emas yang berukuran kecil. Meski kini jeans diproduksi dalam berbagai merek dan bukan hanya untuk para penambang, tetapi saku imut-imut itu tetap ada. Tentu saja fungsinya bukan sebagai tempat menyimpan butiran emas.

Monday, July 15, 2013

Kabar Hitler Pernah Kirim Soekarno Bantuan Senjata

By Unknown | At 10:15 PM | Label : , , , , | 0 Comments
inilah.com, Gianyar - Sahabat dekat Presiden pertama Soekarno, Horst Henry Geerken, mengungkapkan pemimpin NAZI Jerman, Adolf Hitler, pernah bekerja sama dalam hal persenjataan. Hitler pada tahun 1940-an pernah mengirim senjata lewat kapal selam. Henry menceritakan senjata-senjata tersebut dikirim Hitler untuk Soekarno pada kurun waktu 1942 hingga 1945.


 "Hitler pernah membantu kirim senjata dan alat-alat militer buatan Jerman untuk Soekarno. Senjata dikirim dengan menggunakan kapal selam. Senjata ini untuk membantu para pejuang PETA di Indonesia," ungkapnya, di Ubud Gianyar, Bali, Kamis (7/3/2013). Kisah pengiriman senjata dari Hitler untuk Soekarno diketahui tahun 1963. Kisah itu, kata pria kelahiran Jerman tahun 1933 tersebut, disampaikan langsung oleh Bung Karno. "Soekarno bilang hal ini ke saya tahun 1963 hingga 1964, saat kita bertemu di Bali. Saat itu Bung Karno banyak bicara tentang politik," paparnya. Senjata-senjata tersebut dikirim ke Jakarta, Surabaya, dan Sabang di Pulau Weh. "Senjata-senjata ini dikirim langsung ke Indonesia dari Jerman lewat laut Atlantik, lewat Afrika, dengan menggunakan total 57 buah kapal selam," jelasnya. Henry menegaskan, Hitler mau membantu Soekarno waktu itu karena tidak senang dengan kolonialisasi Belanda di Indonesia. Komunikasi antara Soekarno dan Hitler tidak dilakukan secara langsung, tetapi lewat perantara seorang warga Jerman yang tinggal di Indonesia. "Waktu pengiriman senjata itu, Hitler (Jerman) sedang berperang dengan Belanda, waktu itu Belanda sedang jajah Indonesia. Jadi Soekarno minta tolong bantuan senjata kepada pemimpin NAZI Adolf Hitler lewat orang Jerman ini. Orang Jerman ini kini punya pabrik cokelat di Indonesia," jelas Henry. Selain itu, Hitler juga kabur ke Indonesia setelah kalah perang di Jerman. "Yang saya tahu, Hitler tidak mati di Jerman. Ia kabur ke Indonesia. Waktu kabur ke Indonesia, pelarian Hitler dilindungi oleh militer Jepang yang saat itu masih bercokol di Indonesia," tambahnya. Kisah rahasia Adolf Hitler dan Soekarno ini, ujar Henry, akan diceritakan lebih jelas dalam buku baru yang sedang disusunnya. Buku kisah persahabatan Adolf Hitler dan Soekarno yang belum terungkap ke publik ini diharapkan akan selesai dan diluncurkan di Bali tahun ini. Untuk diketahui, Horst Henry Geerken lahir di Jerman dan kuliah tehnik di Jerman dan Amerika itu tiba pertama kali di Jakarta pada 1963 dan bekerja pada perusahaan telekomunikasi Jerman Telefunken. Henry yang memiliki hubungan persahabatan erat dengan Bung Karno itu kemudian menulis buku 'A Magic Gecko Peran CIA di Balik Jatuhnya Soekarno'. [rok]


 JAKARTA, (PRLM).-Sosok sepucuk senapan karaben gerendel Mauser M1898K peninggalan Tentara Nazi Jerman di Jakarta yang terpajang di Museum TNI Satria Mandala Jakarta, menjadi salah satu obyek buruan pengunjung penggemar sejarah perang nasional. Mereka umumnya ingin melihat salah satu bukti, kehadiran pasukan Nazi Jerman melalui berpangkalan kapal selam (u-boat) mereka di Tanjung Priok di Jakarta pada Perang Dunia II (tahun 1944-1945). Penggemar sejarah perang asal Bandung, Syarief dan Koko, yang mengunjungi Museum Satria Mandala, Rabu (15/11), menyebutkan, yang menjadi daya tarik lainnya, bahwa pada senapan Mauser M1898K tersebut masih ada cap elang swastika Wehrmacht. Senapan Mauser M1898K sendiri tergolong produk langka yang dipajang pada berbagai museum sejarah militer di Indonesia. "Memang banyak yang kurang mengetahui bahkan tak percaya jika pasukan Nazi Jerman pernah ada di Indonesia pada zaman Perang Dunia II, apalagi di berbagai pelajaran sekolah tak disebut-sebut. Namun melalui peninggalan yang masih ada di museum, termasuk tampilan senapan M1898K menjadi bukti dan daya tarik penelusuran sejarah perang di Indonesia," kata Syarief. Hanya saja, kata mereka, sejumlah penggemar sejarah militer Indonesia juga menyesalkan, tak nampak lagi pistol mitraliur MP-40 yang merupakan ciri khas pasukan Nazi Jerman. Seingat mereka, sampai 20 tahun lalu, pernah ada museum entah di Jakarta atau Bandung, pernah memajang MP-40 pada display senjata peninggalan zaman revolusi fisik (tahun 1945-1949). Sementara itu, beberapa petugas Museum Satria Mandala, mengatakan, mereka baru mengetahui jika di antara tampilan display ada peninggalan senjata dari Nazi Jerman. Mereka mengaku agak repot menerangkan saat sejumlah pengunjung bertanya-tanya asal-usul senjata tersebut, dan hanya dapat dijawab ini hasil rampasan dari pasukan asing tahun 1945. (A-81/kur) ***


ternyata filmnya juga ada




Posting Lama ►
 

Copyright © 2012. Kabar dari para netter - All Rights Reserved B-Seo Versi 5 by Blog Bamz