Showing posts with label Budaya. Show all posts
Showing posts with label Budaya. Show all posts

Saturday, July 20, 2013

8 Hal yang Jangan di Lakukan di Jepang

By Unknown | At 5:59 AM | Label : , , , , | 1 Comments
Di mana bumi dipijak, di sana langit dijunjung. Pepatah lama itu harus kita ingat ke manapun kita pergi. Aturan dan kebiasaan masing-masing wilayah apalagi Negara sudah tentu berbeda. Kita sebagai pendatang wajib menyesuaikan diri dengan kebiasaan tempat yang kita datangi. Nah, kalo sedang berkunjung ke Jepang, apa saja ya hal-hal yang tidak boleh kita lakukan?


1. Jangan pernah lupa menambahkan kata san, di belakang nama seseorang, karena akan terdengar tidak sopan jika kita memanggil seseorang tanpa tambahan san ini. Jangan juga menggunakan kata anata (kamu) ketika sedang berbicara dengan orang lain, panggil saja namanya.


2. Ketika sedang makan jangan pernah menambahkan kecap pada nasi putih. Ini dianggap tidak sopan oleh orang Jepang. Sebaliknya, mengangkat mangkok ketika makan nasi atau mie, dan mengeluarkan suara sruputan ketika sedang makan mie, dianggap hal yang wajar oleh orang Jepang. Selain itu jangan pernah menyisakan makanan ketika sedang makan.


3. Ketika sedang menggunakan sumpit, jangan pernah menaruhnya dengan posisi tertancap di nasi, danjangan pernah memindahkan makanan langsung dari sumpit ke sumpit dengan orang lain, karena hal tersebut mengingatkan dengan penggunaan sumpit pada upacara kematian. Dan jangan menjilat sumpitmu seenak apapun makanan yang kamu makan.


4. Jangan menelepon ketika sedang berada di dalam kereta! Bahkan jika kamu duduk di dekat priority seat (kursi khusus untuk orang tua, penyandang cacat, ibu hamil, dan ibu yang membawa anak-anak), kamu harus mematikan dering telepon genggammu. Menelepon di kereta akan mengganggu orang-orang di sekitarmu, orang-orang dalam kereta, sedangkan mematikan dering telepon genggam jika berada di dekat priority seat bertujuan agar orang tua atau penyandang sakit jantung yang duduk di priority seat tidak kambuh sakit jantungnya karena kaget mendengar telepon genggammu berbunyi tiba-tiba.


5. Jangan pernah memberi tip di Jepang! Memberi tip di rumah makan atau restoran bahkan dianggap sebagai penghinaan.


6. Jangan marah ketika kamu sedang berdiri tiba-tiba ada yang mendorongmu. Itu artinya kamu berdiri di tengah jalan dan menghalangi jalan orang lain. Segeralah menyingkir.Jangan berdiri sembarangan ketika sedang menaiki escalator! Orang jepang punya aturan tidak tertulis tentang ini. Jika kamu sedang berada di daerah Tokyo, escalator sebelah kanan adalah untuk orang yang santai, sedangkan sebelah kiri untuk orang yang buru2 (naik escalator sambil berjalan), sedangkan di Osaka berlaku sebaliknya.


7. Ketika kamu sedang menghadiri sebuah acara “Nomikai” atau Japanese drinking party, jangan pernah minum bir di gelasmu duluan. Tunggu samapi seseorang menyampaikan kata-kata pembukaan lalu setelah berkata “kampai” bersama-sama yang lain barulah boleh minum bir di gelasmu.


8.Jangan pernah terlambat!! Ini hal terpenting yang harus kamu perhatikan jika ingin mendapat penilaian yang baik dari orang Jepang. Mereka paling tidak suka menunggu orang yang tidak tepat waktu. Jika kamu dengan sangat terpaksa terlambat, teleponlah mereka, jelaskan alasanmu mengapa bisa sampai terlambat, dan sebutkan berapa lama kamu akan terlambat.

Friday, July 19, 2013

Narsis Itu Pertanda Diri Mengalami Gangguan Mental

By Unknown | At 9:46 AM | Label : , , , , | 0 Comments
Merry Wahyuningsih - detikHealth
Sabtu, 25/06/2011 10:01 WIB



[Jakarta], Istilah narsis lebih sering diartikan sebagai orang yang 'gila foto' dan membanggakan diri sendiri. Padahal, narsis merupakan salah satu penyakit mental atau gangguan psikologis. Kenapa orang bisa menjadi narsis?

Narsis atau yang dalam istilah ilmiah disebut Narcissistic Personality Disorder (NPD) adalah gangguan psikologis ketika seseorang memiliki rasa percaya diri yang sangat tinggi untuk kepentingan pribadinya dan juga rasa ingin dikagumi.

Narsis termasuk salah satu dari tipe penyakit kepribadian. Seseorang yang menderita gangguan narsis biasanya diiringi juga dengan pribadi yang emosional, lebih banyak berpura-pura, antisosial dan terlalu mendramatisir sesuatu.

Namun, di balik topeng kepercayaan diri yang tinggi terdapat sebuah harga diri yang rapuh dan sensitif terhadap setiap kritik kecil. Hal ini terjadi dengan sendirinya dan jika gangguan ini begitu kuat sehingga mengasingkan seseorang dari masyarakat, maka perlu mengambil langkah-langkah penyembuhan, seperti melakukan psikoterapi.

Narsisme lebih mungkin terjadi pada usia muda dan mungkin disebabkan karena pendidikan yang 'tidak sehat', contohnya orangtua yang terlalu memanjakan anaknya. Anak yang selalu dimanja dan mendapat banyak perhatian, cenderung mengharapkan perhatian yang sama di kemudian hari, seperti dilansir Healthmad, Sabtu (25/6/2011).

Penyebab lain yaitu sikap terlalu diabaikan atau pelecehan saat masih usia anak-anak. Seseorang yang terabaikan di masa kecil dapat berubah yang akhirnya mencoba 'menangkap' perhatian yang dulu tak diperolehnya. Kebutuhan akan perhatian ini akhirnya bisa menyebabkan seseorang mengalami gangguan narsisme.

Faktor lain adalah karena efek perubahan kesuksesan atau transient effect of success. Sebagai contoh, seorang gadis muda dan sangat cantik mendapat banyak perhatian karena kecantikannya. Namun setelah 20 tahun kemudian, kecantikannya telah memudar dan tidak mendapatkan perhatian yang sama dari orang-orang disekitarnya.

Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders serta American Psychiatric Association menyebutkan beberapa gejala dan kriteria penyakit narsis, diantaranya :

*Mementingkan diri sendiri, melebih-lebihkan prestasi dan bakat yang dimiliki, berharap dikenal sebagai orang unggul tanpa ada hasil atau pencapaian tertentu.
*Terlalu bangga dengan fantasinya dan memiliki tujuan yang tidak realistik tentang keberhasilan yang tiada batas, kekuatan, kepintaran, kecantikan atau kisah cinta yang ideal.
*Percaya bahwa dirinya sangat spesial dan hanya bisa bergabung atau bergaul dengan orang-orang yang juga memiliki status tinggi.
*Memerlukan pujian yang berlebih ketika melakukan sesuatu
*Memiliki keinginan untuk diberi julukan tertentu
*Bersikap egois dan selalu mengambil keuntungan dari setiap kesempatan untuk mendapatkan apa yang diinginkannya
*Tidak memiliki perasaan empati terhadap sesama
*Selalu merasa iri hati dengan keberhasilan orang lain dan percaya bahwa orang lain juga iri padanya
*Menunjukkan sifat arogan dan merendahkan orang lain
*Mudah terluka, emosional dan memiliki pribadi yang lemah.
Posting Lama ►
 

Copyright © 2012. Kabar dari para netter - All Rights Reserved B-Seo Versi 5 by Blog Bamz